Renungan Diri
Perna tidak terpikir atau
terlintas dipikiran kita sejumblah pertanyaan mengenai diri kita seperti siapa
kita sesungguhnya dari mana kita dan untuk apakah kita ini hidup sesunggunya
dan apa yang kita cari selama hidup ini serta apa-apa aja yang telah kita
dapatkan atau kita lakukan dalam hidup, kemudian banyak lagi
pertanyaan-pertanyaan mengenai diri kita yang terkadang tidak bisa kita jawab. Pertanyaan-pertanyaan
ini kadang sering muncul ketika kita dalam masalah atau kebingunan dalam hidup
atau juga dalam kegagalan mencapai sesuatu yang kita inginkan.
Sebagai mahluk ciptaan Allah kita
harus menyadari akan hal ini bahwa manusia diciptakan tidak hanya untuk hidup seperti
makhluk lain ciptaannya tapi lebih dari itu. Manusia Allah ciptakan disertai
denga akal dan pikiran yang istimewah dari makhluk lainnya agar supaya manusia
bisa berpikir tentang siapa dia dan dari mana dia dan untuk apa dia hidup. Dan allah
membekali ini semua agar manusia mengenal siapa yang telah menciptakannya serta
menjalankan perintahnya dan menjauhi apa-apa yang telah Ia larang sebagai
kewajiban manusia agar manusia itu sampai pada tujuannya. Inilah yang harus
kita renungkan betapa harus bersyukurnya kita telah diberi hidup.
Mengenal siapa Allah. Hanya orang-orang
beriman dan berakal lah yang akan mengenal Allah, jika kita manusia berpikir
tentu kita berpikir alam ini tidak tercipta dengan sendirinya, pasti ada yang
menciptakan dan siapa yang menciptakannya. Dan mungkinkah sama penciptanya
dengan yang diciptakannya, maka Dialah Allah. Allah adalah Zhat yang maha
tunggal yang menciptakan alam semesta ini beserta isinya dengan yang sangat
kompeks dan sempurna.
Mungkin kah sama yang menciptakan
dengan yang diciptakan sederhananya saja contohnya sama kah yang membuat mobil
dengan mobil buatannya. Begitu pulahlah Allah. Allah tidak berbentuk tapi Dia
ada dan tidak akan perna sama dengan apa yang kita bayangkan tentang Allah.
Nah disini la peranan kita
sebagai manusia, kita harus melihat jauh kedalam diri kita, siapa kita
sesunggunya, apa yang kita cari didunia ini apa sekedar mengikuti hawa nafsu
berupa harta,tahta dan kedudukan. Apakah kita tak perna berpikir kemana kita
akan pergi setelah mati. Okelah kita misalnya seorang pemburuh dolar $$$ kita
punya harta dan kekayan yang banyak bahkan waktu kita kerahkan semua untuk
membangun pundi-pundi rupiah atau dolar. Kalau lah kita renungkan sampai
dimanalah harta kita yang tak terhingga itu. Andai sesuatu terjadi sama diri
kita, yang sehat pasti akan sakit yang hidup pasti akan mati yang muda pasti
akan tua. Sampai dimana peranan harta kita misalnya. Ketika sakit ok uang
banyak bisa pergi kerumah sakit dengan pengobatan canggi. Secanggi apapun
pengobatannya tidak bisa menghindari atau mengobati yang namanya kematian. Tapi
coba renungkan pengobatan yang masih hitung jutaan masih tidak ada masalah
kemudian puluhan juta juga bisa diatasi namun yang biaya pengobatabnya sudah
mencapai ratusan juta bahkan uda mendekati angka miliaran percayalah bahwa
hidup seseorang tersebut tak akan lama lagi. pengobatan dengan angka sebanyak
itu sudah tergolong penyakit kronis. Yang sudah tidak bisa diobatin lagi walau
dalam segi keuangan seseorang tesebut masih sanggup.dan akhirnya juga akan
mati.
Dari cantoh diatas dapap kita
renungkan bahwa harta kedudukan dan jabatan itu hanya sementara sebagai
perhiasan yang melekat dikalah kita hidup. Sedangkah yang perlu kita renungkan
setelah kita meninggalkan dunia ini kemana lagi kita akan pergi. Apa hanya akan
sampai disitu saja, hidup terus mati..
Orang-orang beriman dan berakalah
yang bisa berpikir kemana dia sesungguhnya akan pergi setelah ia meningggalkan
dunia ini sebagai tujuan akhir yang abadi. Oleh sebab itu sebaiknya harta yang
kita miliki di kelolah sesuai keridhoan nya serta ketentuannya agar bisa
dimanfaatkan bukan hanya untuk diri kita sendiri tapi bagi banyak orang. Renungkan
lah kemana kita akan pergi sesungguhnya setelah kita mati…………..???????
No comments:
Post a Comment