Catatan Facebook

Sunday, January 15, 2017

Renungan Diri



Renungan Diri

Perna tidak terpikir atau terlintas dipikiran kita sejumblah pertanyaan mengenai diri kita seperti siapa kita sesungguhnya dari mana kita dan untuk apakah kita ini hidup sesunggunya dan apa yang kita cari selama hidup ini serta apa-apa aja yang telah kita dapatkan atau kita lakukan dalam hidup, kemudian banyak lagi pertanyaan-pertanyaan mengenai diri kita yang terkadang tidak bisa kita jawab. Pertanyaan-pertanyaan ini kadang sering muncul ketika kita dalam masalah atau kebingunan dalam hidup atau juga dalam kegagalan mencapai sesuatu yang kita inginkan.

Sebagai mahluk ciptaan Allah kita harus menyadari akan hal ini bahwa manusia diciptakan tidak hanya untuk hidup seperti makhluk lain ciptaannya tapi lebih dari itu. Manusia Allah ciptakan disertai denga akal dan pikiran yang istimewah dari makhluk lainnya agar supaya manusia bisa berpikir tentang siapa dia dan dari mana dia dan untuk apa dia hidup. Dan allah membekali ini semua agar manusia mengenal siapa yang telah menciptakannya serta menjalankan perintahnya dan menjauhi apa-apa yang telah Ia larang sebagai kewajiban manusia agar manusia itu sampai pada tujuannya. Inilah yang harus kita renungkan betapa harus bersyukurnya kita telah diberi hidup.

Mengenal siapa Allah. Hanya orang-orang beriman dan berakal lah yang akan mengenal Allah, jika kita manusia berpikir tentu kita berpikir alam ini tidak tercipta dengan sendirinya, pasti ada yang menciptakan dan siapa yang menciptakannya. Dan mungkinkah sama penciptanya dengan yang diciptakannya, maka Dialah Allah. Allah adalah Zhat yang maha tunggal yang menciptakan alam semesta ini beserta isinya dengan yang sangat kompeks dan sempurna.

Mungkin kah sama yang menciptakan dengan yang diciptakan sederhananya saja contohnya sama kah yang membuat mobil dengan mobil buatannya. Begitu pulahlah Allah. Allah tidak berbentuk tapi Dia ada dan tidak akan perna sama dengan apa yang kita bayangkan tentang Allah.

Nah disini la peranan kita sebagai manusia, kita harus melihat jauh kedalam diri kita, siapa kita sesunggunya, apa yang kita cari didunia ini apa sekedar mengikuti hawa nafsu berupa harta,tahta dan kedudukan. Apakah kita tak perna berpikir kemana kita akan pergi setelah mati. Okelah kita misalnya seorang pemburuh dolar $$$ kita punya harta dan kekayan yang banyak bahkan waktu kita kerahkan semua untuk membangun pundi-pundi rupiah atau dolar. Kalau lah kita renungkan sampai dimanalah harta kita yang tak terhingga itu. Andai sesuatu terjadi sama diri kita, yang sehat pasti akan sakit yang hidup pasti akan mati yang muda pasti akan tua. Sampai dimana peranan harta kita misalnya. Ketika sakit ok uang banyak bisa pergi kerumah sakit dengan pengobatan canggi. Secanggi apapun pengobatannya tidak bisa menghindari atau mengobati yang namanya kematian. Tapi coba renungkan pengobatan yang masih hitung jutaan masih tidak ada masalah kemudian puluhan juta juga bisa diatasi namun yang biaya pengobatabnya sudah mencapai ratusan juta bahkan uda mendekati angka miliaran percayalah bahwa hidup seseorang tersebut tak akan lama lagi. pengobatan dengan angka sebanyak itu sudah tergolong penyakit kronis. Yang sudah tidak bisa diobatin lagi walau dalam segi keuangan seseorang tesebut masih sanggup.dan akhirnya juga akan mati.

Dari cantoh diatas dapap kita renungkan bahwa harta kedudukan dan jabatan itu hanya sementara sebagai perhiasan yang melekat dikalah kita hidup. Sedangkah yang perlu kita renungkan setelah kita meninggalkan dunia ini kemana lagi kita akan pergi. Apa hanya akan sampai disitu saja, hidup terus mati..

Orang-orang beriman dan berakalah yang bisa berpikir kemana dia sesungguhnya akan pergi setelah ia meningggalkan dunia ini sebagai tujuan akhir yang abadi. Oleh sebab itu sebaiknya harta yang kita miliki di kelolah sesuai keridhoan nya serta ketentuannya agar bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk diri kita sendiri tapi bagi banyak orang. Renungkan lah kemana kita akan pergi sesungguhnya setelah kita mati…………..???????

No comments:

Post a Comment