Catatan Facebook

Tuesday, January 17, 2017

nasib petani karet



Kami hanya petani karet

Foto: dari sumber Google

Tepatnya pada tahun 2013 akhir silam semua harga komuditi perekonomian jatuh. Terjadi implasi harga pasar dan saham tidak stabil sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat yang mayoritasnya adalah petani. Hal ini berdampak kepada perekonomian masyarakatku yang komuditi utamanya adalah karet dan sawit tapi lebih dominan ke karet.

 Rendahnya permintaan pasar dan tingginya suplai barang telah menyebabkan turunnya harga pasar global yang berdampak kepada harga jual yang murah sehingga mengakibatkan terganggunya sistem perekonomian masyarakat termasuk masyarakat didaerahku yang mayoritasnya adalah petani karet.

Himpitan ekonomi makin kuat, kebutuhan biaya anak sekolah, Kebutuhan dan biaya hidup sekarang yang semakin hari makin meningkat membuat masyarakat semakin sulit yang mereka bergantukan hidup pada hasil karet. Kondisi seperti ini semakin sangat memprihatinkan. Mecari kerja lain sulit, keahlian kurang mencukupi untuk berpindah kelain pekerjaan. Jadi mau tk mau mereka harus bertahan disini dengan sedaanya dan terus berharap suatu hari ada perubahan harga karet ke yang lebih baik. Sedangkan dari pemerintah Indonesia sendiri belum ada solusi yang beberapa tahun terakhir ini harga karet belum ada perubahan kearah kenaikan harga, bahkan yang ada kebutuhan bahan pokok yang lain yang naik seperti harga cabe yang terus meroket kemudian menjadi polemic yang menjadi beban baru bagi masyarakat.

Seharusnya disini pemerintah harus punya peranan aktif dalam mengembangkan dan mengelolah karet dalam negri yang merupakan salah satu komuditi export Indonesia yang terbesar diseluruh wilaya Indonesia. Kaum elit pemerintah dan para pengusaha seharusnya dituntut untuk melakukan kerja sama mencari solusi bagaimana karet kita yang sebagai komuditi utama ini bisa dikelolah, dipakai dan dimaksimalkan didalam negri dari bahan baku hingga barang jadi siap pakai. Jika hal ini terjadi maka akan berdampak besar pada perubahan dan kemajuan bangsa Indonesia ini sendiri. Masyarakat makmur aman dan sejahterah. 

Kuncinya adalah kerja sama antara pemerintah dan pengusaha untuk menciptakan ide-ide kreatif untuk memanfaatkan hasil dalam negri serta memaksimalkannya hingga barang jadi siap pakai dan kita pun tidak perlu repor-repot lagi belanja keluar negri yang otomatis harganya pasti suda tentu mahal. Kita sebagai mayoritas masyarakat tani berharap sekali pemerintah bisa mendobrak dan menggenjot serta mengeloloah hasil pertanian Indonesia menjadi barang bernilai tinggi sehingga mendobrak kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia……

No comments:

Post a Comment