Kami
hanya petani karet
Tepatnya pada tahun 2013 akhir
silam semua harga komuditi perekonomian jatuh. Terjadi implasi harga pasar dan
saham tidak stabil sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat yang
mayoritasnya adalah petani. Hal ini berdampak kepada perekonomian masyarakatku
yang komuditi utamanya adalah karet dan sawit tapi lebih dominan ke karet.
Rendahnya permintaan pasar dan tingginya
suplai barang telah menyebabkan turunnya harga pasar global yang berdampak
kepada harga jual yang murah sehingga mengakibatkan terganggunya sistem
perekonomian masyarakat termasuk masyarakat didaerahku yang mayoritasnya adalah
petani karet.
Himpitan ekonomi makin kuat, kebutuhan
biaya anak sekolah, Kebutuhan dan biaya hidup sekarang yang semakin hari makin meningkat
membuat masyarakat semakin sulit yang mereka bergantukan hidup pada hasil karet.
Kondisi seperti ini semakin sangat memprihatinkan. Mecari kerja lain sulit,
keahlian kurang mencukupi untuk berpindah kelain pekerjaan. Jadi mau tk mau
mereka harus bertahan disini dengan sedaanya dan terus berharap suatu hari ada
perubahan harga karet ke yang lebih baik. Sedangkan dari pemerintah Indonesia sendiri
belum ada solusi yang beberapa tahun terakhir ini harga karet belum ada perubahan
kearah kenaikan harga, bahkan yang ada kebutuhan bahan pokok yang lain yang
naik seperti harga cabe yang terus meroket kemudian menjadi polemic yang
menjadi beban baru bagi masyarakat.
Seharusnya disini pemerintah
harus punya peranan aktif dalam mengembangkan dan mengelolah karet dalam negri
yang merupakan salah satu komuditi export Indonesia yang terbesar diseluruh
wilaya Indonesia. Kaum elit pemerintah dan para pengusaha seharusnya dituntut
untuk melakukan kerja sama mencari solusi bagaimana karet kita yang sebagai
komuditi utama ini bisa dikelolah, dipakai dan dimaksimalkan didalam negri dari
bahan baku hingga barang jadi siap pakai. Jika hal ini terjadi maka akan
berdampak besar pada perubahan dan kemajuan bangsa Indonesia ini sendiri. Masyarakat
makmur aman dan sejahterah.
Kuncinya adalah kerja sama antara
pemerintah dan pengusaha untuk menciptakan ide-ide kreatif untuk memanfaatkan
hasil dalam negri serta memaksimalkannya hingga barang jadi siap pakai dan kita
pun tidak perlu repor-repot lagi belanja keluar negri yang otomatis harganya
pasti suda tentu mahal. Kita sebagai mayoritas masyarakat tani berharap sekali
pemerintah bisa mendobrak dan menggenjot serta mengeloloah hasil pertanian Indonesia
menjadi barang bernilai tinggi sehingga mendobrak kemajuan dan kemakmuran
bangsa Indonesia……

No comments:
Post a Comment