Dahsyatnya Puasa Senin Kamis
Puasa Sunah
Setiap umat muslim pasti mengenal
yang namanya puasa dan umat agama lainpun juga ada anjuan untuk melakukan
namanya puasa. Cuma tata caranya dan pelaksanaannya berbeda dengan ajaran kita
umat Islam. Disini kita akan bahas tentang Dahsyatnya Puasa Sunah yang dimaksut
disini adalah melaksanakan puasa sunah senin kamis. Menang hukum puasa sunah
senin kamis sunah apabilah dilaksanakan akan dapat pahalah dan kalau tidak
dikerjakan tidak berdosa. Bagi kita yang
melaksanakan puasa sunah senin kamis ini akan merasakan manfaatnya secara
langsung atau tidak yang jelas dari segi kesehatan tubuh, mental dan spiritual akan
terasa sekali manfaatnya. Bagi yang orang yang sering melaksanakan puasa sunah
senin kamis maka dia akan memaksimalkan tiga kecerdasan yaitu kecerdasan
Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan kecerdasan Spiritual (SQ).
Adapun manfaatnya yang dirasakan
tubuh secara kedokteran yang pertama yaiutu dapat mengencangkan kulit atau
mengembalikan sel kulit yang rusak serta membantu membuang racun toksin dalam
tubuh. Ini dapat dibuktikan dengan puasa tidak makan minum seharian sehingga
adanya waktu untuk tubuh memaksimalkan metabolism dalam tubuh yang berdampak
pada penggenerasian sel-sel baru jadi maksimal, racun-racun dalam darah dan
tubuh tidak hanya dapat dikeluarkan melalui olahraga tetapi juga dengan cara
tidak makan dan minum selamah puasa seharian juga membantu mengeluarkan racun
melalui urine dan keringat serta buang air besar secara efectif. Selain itu
manfaat lain yang dapat kita rasakan yaitunya selain mengistrahatkan organ
pencernaan juga membantu membakar lemak. Bagi orang-orqang yang melaksanakan
diet itu lebih efektif dengan rutin melaksanankan puasa suhah terutamah puasa
sunah senin kamis karna selain bermanfaat membantu untuk diet juga mendapatkan
pahala dari Allah SWT. Kemudian ada juga manfaatnya secara emosional bagi yang
rutin melaksanakan puasa senin kamis, emosi orang itu akan terkontrol, jiwanya
akan tenang, pekah terhadap lingkungan dan banyak lagi manfaat lain yang dapat
kita rasakan dari Dahsyatnya Puasa Sunah senin kamis ini secara nyata.
Saya penulis sendiri mecara
sangat merasakan manfaatnya yang luar biasa. Sukur Alhamdullah penulis beberapa
tahun terakhir ini rutin melaksanakan Puasa Suhan Senin Kamis ini walau
sesekali ada bolongnya. Yang jelas pertolongan Allah sangat besar yang penulis
rasakan disini ketika melaksanakan Puasa Senin kamis. Tadi diatas kenapa
penulis memasukan gambar atau foto yang ada tangan sedang luka dan motor yang
bila diperhatikan kap depannya terbuka. Itu sebenarnya hari ini Kamis tanggal
19 januari 2017 pukuk 14: 40 sore penulis habis mengalami kecelakaan tepatnya
kecelakaan motor, dan dihari ini pun penulis sedang melaksanakan puasa kamis. Kronologinya
kejadian sedikit penulis ceritakan. Awalnya penulis mau berangkat kerja sore
ini naik sepeda motor yang digambar tersebut. Saat dijalan hal tak terduga dan
tidak kita inginkan terjadi dan semua sudah takdir dan ketentuan Allah. Walau
kita sudah hati-hati tapi orang lain belum tentu, disaat itu terjadilah
tabrakan antara motor penulis dengan motor lain, singkat cerita penulis tidak
kenapa-napa atas pertolongan Allah, motor penulis tidak jatuh dan tidak
kehilangan kendali, semertara motor lain yang tabrakan ini jatuh terpental
serta orangnya penuh dengan luka-luka dan penulis sengaja tidak memoto orang
tersebut untuk aLasan pribadi. Penulis hanya mengambil sedikit gambar tangan
penulis yang luka dan separoh motor penulis yang penyot. Nah dari kisah nyata yang
penulis alami ini penulis merasakan betul manfaatnya. Kecelakaan yang fatal
Allah Swt masih melindungi penulis dan memberikan kesehatan serta umur panjang
sampai sekarang.
oh ya penulis hampir lupa ada beberapa dalil-dalil tentang
manfaat dan keutamaan puasa sunah senin kamis ini yang penulis adopsi dari sumber web lain sebagai tambahan ilmu bagi sahabat pembaca yaitu seperti dibaawa ini:
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,
beliau mengatakan,
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه
وسلم- كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR.
An Nasai no. 2362 dan Ibnu Majah no. 1739. All Hafizh Abu Thohir mengatakan
bahwa hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Usamah bin Zaid berkata,
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ
تَصُومُ حَتَّى لاَ تَكَادَ تُفْطِرُ وَتُفْطِرُ حَتَّى لاَ تَكَادَ أَنْ تَصُومَ
إِلاَّ يَوْمَيْنِ إِنْ دَخَلاَ فِى صِيَامِكَ وَإِلاَّ صُمْتَهُمَا. قَالَ «
أَىُّ يَوْمَيْنِ ». قُلْتُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ. قَالَ «
ذَانِكَ يَوْمَانِ تُعْرَضُ فِيهِمَا الأَعْمَالُ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ
فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ »
“Aku berkata pada Rasul –shallallahu
‘alaihi wa sallam-, “Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa
sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga
terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali
dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.” Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa dua hari tersebut?” Usamah
menjawab, “Senin dan Kamis.” Lalu beliau bersabda, “Dua hari tersebut
adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku
sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.”
(HR. An Nasai no. 2360 dan Ahmad 5: 201. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa
sanad hadits ini hasan).
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ
وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ
“Berbagai amalan dihadapkan
(pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan
sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747. At Tirmidzi
mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Al Hafizh Abu Thohir
mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa
hadits ini shahih lighoirihi yaitu shahih dilihat dari jalur lainnya).
Dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya
mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab,
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ
بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
“Hari tersebut adalah hari aku
dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim
no. 1162)Keutamaan hari Senin dan Kamis secara umum dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah berikut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ
الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ
بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ
فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى
يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
“Pintu surga dibuka pada hari
Senin dan kamis. Setia hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun
akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan
(permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka,
akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka
sampai mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim no. 2565).
Semoga dali-dalil ini memberikan
manfaat serta penulis berhapan tulisan ini dapat berguna bagi pembaca semua terutama
kaum muslimin agar mencoba untuk merasakan serta menjalahkan perintah Allah
melaksanakan sunah sunah nya seperti puasa senin kamis ini serta dapat
merasakan betapa dahsatnya puasa sunah senin kamis ini yang penulis sendiri
juga rasakan. Terakhir penulis berharap agar pembaca lebih berhati-hati dan
berkenderaan agar tidak terjadi kecelakaan seperti penulis dan penulis juga
berdoa semoga pembaca selalu dalam lindungan Allah SWT, amiiiiin….


No comments:
Post a Comment