Catatan Facebook

Friday, January 13, 2017

Pengangguran



Pengangguran Bergengsi

        Di era pertumbuhan teknologi yang semakin canggi ini serta pertumbuhan penduduk yang semakin pesat kemudian ditambah lagi dengan kebutuhan yang makin meningkat telah menciptakan persaingan di dunia global untuk bertahan hidup. Maka setiap manusia dituntut untuk mengembangkan kehalian lebih atau multi-skill masing masing agar bisa bertahan hidup. Seiringnya perkembangan teknologi tersebut maka makin menjamur pula sekolah sekolah tinggi dan universitas universitas dengan menerapkan berbagai keahlian dan keunggulan dari lembahaga pendidikan nya masing masing yang bertujuan kepada dunia kerja. 

Sementara di Indonesia kebanyakan Sekolah Sekolah Tinggi dan Universitas hanya mampu memberikan program lulusan lulusan mudah sebatas hanya sebagai  pencari kerja.  Dalam hal ini akan terjadi sebuah kesenjangan kepada peningkatan pencari kerja daripada lapangan kerja. Sentara itu lapangan pekerjaanpun semakin terbatas dan tuntutat dari instansi instansi atau perusahaan yang menerima para pencari kerjapun makin beragam kualifikasi yang mereka pinta untuk dipekerjakan bahkan mereka lebih memilih para pekerja asing yang mereka anggap memenuhi kriteria dari instasi atau perusahaan mereka. Maka ini akan menjadi menambah beban dan tanggung jawab pemerintah Indonesia.

Minimnya lapangan pekerjaan dan banyak nya para pencari kerja menjadikan sebuah persaingan yang begitu keta tbahkan persaingan tidak normalpun juga akan terjadi bahkan saling menjatuhkan untuk mendapatkan sebuah posisi pekerjaan. Ditambah lagi begitu banyaknya Universitas dan Sekolah tinggi mencetak para lulusan Serjana Mudah sehingga akan menambah jumblah angka pencari kerja setiap tahunnya. Sedangkan yang lulus dari tahun sebelumnya masih banyak yang belum mempunyai pekerjaan dan bisa dibilang pengangguran, pengangguran dengan lulusan dan perdikat yang bisa dikatakan Pengangguran Bergengsi.

Pada saat sekarang ini semua orang yang mencari kerja dituntut untuk memiliki multi-skill tadi dan tidak canggung untuk terjun kedunia kerja yang terkadang tidak sesuai dengan harapan dan predikat lulusan. Tidak ada kata gengsi untuk memilih milih pekerjaan agar kita bertahan hidup dengan yang lain. Jika tidak diambil maka orang lain akan terus berlalu sementara kita masih bertahan dengan pengagguran demi pekerjaan yang sesuai.

Ketatnya persaingan telah melahirkan kepentingan kepentingan pribadi dan golongan sehingga terjadilah kasus suap menyuap dan jual beli jabatan yang berdampak pada tidak pentingnya sebuah nilai Akreditasi lulusan. Yang bisa membayar atau pempunyai kedekatan dengan instansi pemberi kerja maka merekalah yang bisa bekerja disana dan akhirnya nilai dan kualitas pekerjaan menjadi tidak bermutuh yang juga berakibatkan kepada mutuh Negara yang semakin rendah.
 EVALUSI
Jika pemerintah tidak segera mengevaluai hal ini maka setiap program program yang mereka ciptakan untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan akan jadi sia sia. Pengangguran dari Serjana dan serjana mudah serta kemiskinan akan terus meningkat. Dan terakhir dampak buruk yang ditimbulkan ini semua yaitu peningkatan Kriminalitas……

No comments:

Post a Comment