Pengangguran
Bergengsi
Di era pertumbuhan teknologi yang semakin
canggi ini serta pertumbuhan penduduk yang semakin pesat kemudian ditambah lagi
dengan kebutuhan yang makin meningkat telah menciptakan persaingan di dunia
global untuk bertahan hidup. Maka setiap manusia dituntut untuk mengembangkan
kehalian lebih atau multi-skill masing masing agar bisa bertahan hidup. Seiringnya
perkembangan teknologi tersebut maka makin menjamur pula sekolah sekolah tinggi
dan universitas universitas dengan menerapkan berbagai keahlian dan keunggulan
dari lembahaga pendidikan nya masing masing yang bertujuan kepada dunia kerja.
Sementara di Indonesia kebanyakan Sekolah
Sekolah Tinggi dan Universitas hanya mampu memberikan program lulusan lulusan
mudah sebatas hanya sebagai pencari
kerja. Dalam hal ini akan terjadi sebuah
kesenjangan kepada peningkatan pencari kerja daripada lapangan kerja. Sentara itu
lapangan pekerjaanpun semakin terbatas dan tuntutat dari instansi instansi atau
perusahaan yang menerima para pencari kerjapun makin beragam kualifikasi yang
mereka pinta untuk dipekerjakan bahkan mereka lebih memilih para pekerja asing
yang mereka anggap memenuhi kriteria dari instasi atau perusahaan mereka. Maka ini
akan menjadi menambah beban dan tanggung jawab pemerintah Indonesia.
Minimnya lapangan pekerjaan dan banyak nya para
pencari kerja menjadikan sebuah persaingan yang begitu keta tbahkan persaingan
tidak normalpun juga akan terjadi bahkan saling menjatuhkan untuk mendapatkan
sebuah posisi pekerjaan. Ditambah lagi begitu banyaknya Universitas dan Sekolah
tinggi mencetak para lulusan Serjana Mudah sehingga akan menambah jumblah angka
pencari kerja setiap tahunnya. Sedangkan yang lulus dari tahun sebelumnya masih
banyak yang belum mempunyai pekerjaan dan bisa dibilang pengangguran,
pengangguran dengan lulusan dan perdikat yang bisa dikatakan Pengangguran
Bergengsi.
Pada saat sekarang ini semua orang yang mencari
kerja dituntut untuk memiliki multi-skill tadi dan tidak canggung untuk terjun
kedunia kerja yang terkadang tidak sesuai dengan harapan dan predikat lulusan. Tidak
ada kata gengsi untuk memilih milih pekerjaan agar kita bertahan hidup dengan
yang lain. Jika tidak diambil maka orang lain akan terus berlalu sementara kita
masih bertahan dengan pengagguran demi pekerjaan yang sesuai.
Ketatnya persaingan telah melahirkan
kepentingan kepentingan pribadi dan golongan sehingga terjadilah kasus suap
menyuap dan jual beli jabatan yang berdampak pada tidak pentingnya sebuah nilai
Akreditasi lulusan. Yang bisa membayar atau pempunyai kedekatan dengan instansi
pemberi kerja maka merekalah yang bisa bekerja disana dan akhirnya nilai dan
kualitas pekerjaan menjadi tidak bermutuh yang juga berakibatkan kepada mutuh Negara
yang semakin rendah.
EVALUSI
Jika pemerintah tidak segera mengevaluai hal ini
maka setiap program program yang mereka ciptakan untuk mengatasi pengangguran
dan kemiskinan akan jadi sia sia. Pengangguran dari Serjana dan serjana mudah
serta kemiskinan akan terus meningkat. Dan terakhir dampak buruk yang
ditimbulkan ini semua yaitu peningkatan Kriminalitas……
No comments:
Post a Comment