Catatan Facebook

Sunday, January 15, 2017

Kenapa Masih import

Kenapa Bahan Pangan Masih Harus Import

Indonesia terkenal dengan sumber kekayaan alam yang melimpah mulai dari sumber energy alam sampai hayatinya, maka tak heran banyak bangsa atau negara lain yang ingin berinvestasi atau menanamkan modal ke Indonesia untuk mendapatkan keuntungan dari hal ini. Dari segi lain Negara Indonesia merupakan sebuah Negara agricultural yang secara alami mengikuti garis katulistiwa yang sangat subur sehingga cocok untuk daerah pertanian. Maka tak heran orang bilang kalau negri ini ibarat tongkat yang ditanam jadi tanaman karena apapun yang ditanan disini pasti tumbuh dan subur.

Yang menjadi kendalah sekarang di Negara ini adalah kenapa sampai sekarang yang Indonesia secara garis besar adalah daerah pertanian sebagai penghasil kebutuhan pokok masih tetap mengimport bahan pokok tersebut yang belum terpenuhi dari dalam negeri sendiri. Apa masalahnya dan dimana kendalahnya. Contohnya saja mulai dari beras kita masih membutuhkan import dari Thailand dan Vietnam misalnya dengan alasan kebutuhan dalam negeri masih belum terpenuhi oleh hasil dalam negeri sehingga harus mengimport dari luar. Kemudian hal kecil lainnya seperti garam, bawang, ikan dan banyak lagi kebutuhan pokok lainnya masih import yang seharusnya sudah bisa kita keloloah sendiri, padahal kalau ikan dengan garam saja kita sudah punya laut yang cukup untuk mengahasilkannya tapi tetap saja pemerintah lebih memilih mengimport dari pada mensuadayakan dan menggalakan dari hasil masyarakat Indonesia sendiri. 

Jika ini semua dibiarkan terjadi terus kapan Negara ini bisa mandiri setidaknya dari kebutuhan pokok tidak perlu lagi repot repot menambah pembelajaan Negara yang menjadi tambahan beban hutang negara.

Banyak hal yang bisa dimaksimalkan dalam segi ekonomi dan bahan pangan dinegara kita ini, contohnya saja untuk mengahilkan bahan pokok seperti beras misalnya banyak lahan gambut di setiap daerah di Indonesia yang masih belum terjama dan dimaksimalkan kegunaannya sebagai lahan pertanian padi misalnya. Jika ini aja kita terapkan satu sampai kepada hasilnya mungkin dalam beberapa tahun kemudian Indonesia tidak perlu beli beras lagi kenegara lain atau mengimpornya.

Contohnya Negara tatangga Thailand yang dulu jauh tertinggal sekarang boleh dikatakan lebih maju dan lebih baik dari Negara Indonesia. Mereka yang negaranya juga sebagai Negara pertanian sudah bisa mengeloloha secara bagus hasil pertanian mereka dan sekarang mereka suda bisa mengekspor hasil pertanian mereka ke Negara lain contohnya kita masih butuh beras dari mereka, bahkan dengan ubi saja mereka bisa sukses, mereka suda bisa mengekspor ubi seperti TAPIOKA untuk bahan kertas.

Kita mungkin bisa mencontoh ke Negara Negara tetangga yang sudah mulai melangkah maju dan mandiri menerapkan polah pikir yang maju kepada masyarakat untuk mulai mengelolah sendiri hasil sumber alam Indonesia  terutamah dalam bidang pertanian rakyat agar rakyat Indonesia maju dan sejahterah. Tapi jika pemerintahan kita masih tetap melihat kepada kepentingan golongan atau kepentingan tertentu yang tidak pro dengan rakyat mungkin kita akan terus tertinggal oleh Negara lain.

Dulu dizaman orde baru sebelum reformasi Indonesia perna menjadi Negara suasembada pangan terutama beras dibawa kepemimpinan Pak Harto. Mungkin banyak orang atau kaum elit tidak suka padanya tapi jasanya kepada rakyat Indonesia juga luar biasa. Ia bisa menggalakkan dan menerapkan sistem pertanian diseluruh penjuru negri untuk mengelolah terutama padi sebagai bahan pokok dasar kita agar suatu hari bangsa ini tidak kelaparan dan mengemis makanan kenegara lain. Dan lihat beberapa tahun setelahnya beliau berhasil hingga Indonesia tidak lagi butuh import beras kala itu. Sekarang kenyataan itu terbalik rakyat harus ikut antrian pembagian sembako setiap harinya. Sawa sawa dan lahan pertanian dirubah menjadi gedung gedung. Seharusnya sejarah menjadi contoh, ini sekarang Bahan tambang disuruh dikelolah oleh tenaga asing karna dianggap Indonesia belum mampuh mengeloloah sendiri sehingga rakyat yang makin makin miskin dan sempit. Andai saja pemerintah memperhatikan dan turun lansung serta mengelolah dari segi pertanian saja itu sudah mungkin akan membantu jauh untuk mengurangi kemiskinan dan penggangguran. Indonesia Tidak perlu menjadi orang lain untuk maju. Tetap jadi INDONEIA!!!!!!


No comments:

Post a Comment