Kenapa Bahan
Pangan Masih Harus Import
Indonesia terkenal dengan sumber
kekayaan alam yang melimpah mulai dari sumber energy alam sampai hayatinya,
maka tak heran banyak bangsa atau negara lain yang ingin berinvestasi atau
menanamkan modal ke Indonesia untuk mendapatkan keuntungan dari hal ini. Dari segi
lain Negara Indonesia merupakan sebuah Negara agricultural yang secara alami
mengikuti garis katulistiwa yang sangat subur sehingga cocok untuk daerah
pertanian. Maka tak heran orang bilang kalau negri ini ibarat tongkat yang
ditanam jadi tanaman karena apapun yang ditanan disini pasti tumbuh dan subur.
Yang menjadi kendalah sekarang di
Negara ini adalah kenapa sampai sekarang yang Indonesia secara garis besar
adalah daerah pertanian sebagai penghasil kebutuhan pokok masih tetap mengimport
bahan pokok tersebut yang belum terpenuhi dari dalam negeri sendiri. Apa masalahnya
dan dimana kendalahnya. Contohnya saja mulai dari beras kita masih membutuhkan
import dari Thailand dan Vietnam misalnya dengan alasan kebutuhan dalam negeri
masih belum terpenuhi oleh hasil dalam negeri sehingga harus mengimport dari
luar. Kemudian hal kecil lainnya seperti garam, bawang, ikan dan banyak lagi
kebutuhan pokok lainnya masih import yang seharusnya sudah bisa kita keloloah
sendiri, padahal kalau ikan dengan garam saja kita sudah punya laut yang cukup
untuk mengahasilkannya tapi tetap saja pemerintah lebih memilih mengimport dari
pada mensuadayakan dan menggalakan dari hasil masyarakat Indonesia sendiri.
Jika ini semua dibiarkan terjadi
terus kapan Negara ini bisa mandiri setidaknya dari kebutuhan pokok tidak perlu
lagi repot repot menambah pembelajaan Negara yang menjadi tambahan beban hutang
negara.
Banyak hal yang bisa
dimaksimalkan dalam segi ekonomi dan bahan pangan dinegara kita ini, contohnya
saja untuk mengahilkan bahan pokok seperti beras misalnya banyak lahan gambut
di setiap daerah di Indonesia yang masih belum terjama dan dimaksimalkan
kegunaannya sebagai lahan pertanian padi misalnya. Jika ini aja kita terapkan
satu sampai kepada hasilnya mungkin dalam beberapa tahun kemudian Indonesia tidak
perlu beli beras lagi kenegara lain atau mengimpornya.
Contohnya Negara tatangga
Thailand yang dulu jauh tertinggal sekarang boleh dikatakan lebih maju dan
lebih baik dari Negara Indonesia. Mereka yang negaranya juga sebagai Negara pertanian
sudah bisa mengeloloha secara bagus hasil pertanian mereka dan sekarang mereka
suda bisa mengekspor hasil pertanian mereka ke Negara lain contohnya kita masih
butuh beras dari mereka, bahkan dengan ubi saja mereka bisa sukses, mereka suda
bisa mengekspor ubi seperti TAPIOKA untuk bahan kertas.
Kita mungkin bisa mencontoh ke Negara
Negara tetangga yang sudah mulai melangkah maju dan mandiri menerapkan polah pikir
yang maju kepada masyarakat untuk mulai mengelolah sendiri hasil sumber alam Indonesia
terutamah dalam bidang pertanian rakyat
agar rakyat Indonesia maju dan sejahterah. Tapi jika pemerintahan kita masih tetap
melihat kepada kepentingan golongan atau kepentingan tertentu yang tidak pro
dengan rakyat mungkin kita akan terus tertinggal oleh Negara lain.
Dulu dizaman orde baru sebelum
reformasi Indonesia perna menjadi Negara suasembada pangan terutama beras
dibawa kepemimpinan Pak Harto. Mungkin banyak orang atau kaum elit tidak suka
padanya tapi jasanya kepada rakyat Indonesia juga luar biasa. Ia bisa menggalakkan
dan menerapkan sistem pertanian diseluruh penjuru negri untuk mengelolah
terutama padi sebagai bahan pokok dasar kita agar suatu hari bangsa ini tidak
kelaparan dan mengemis makanan kenegara lain. Dan lihat beberapa tahun
setelahnya beliau berhasil hingga Indonesia tidak lagi butuh import beras kala
itu. Sekarang kenyataan itu terbalik rakyat harus ikut antrian pembagian
sembako setiap harinya. Sawa sawa dan lahan pertanian dirubah menjadi gedung
gedung. Seharusnya sejarah menjadi contoh, ini sekarang Bahan tambang disuruh
dikelolah oleh tenaga asing karna dianggap Indonesia belum mampuh mengeloloah
sendiri sehingga rakyat yang makin makin miskin dan sempit. Andai saja pemerintah
memperhatikan dan turun lansung serta mengelolah dari segi pertanian saja itu
sudah mungkin akan membantu jauh untuk mengurangi kemiskinan dan penggangguran.
Indonesia Tidak perlu menjadi orang lain untuk maju. Tetap jadi INDONEIA!!!!!!
No comments:
Post a Comment