Cinta
Tanpa Kepastian
Ntah apa
yang sedang aku pikirkan, tentang hidupku kah atau tentang cintaku yang tak
punya kepastian, setiap hari ku hanya tertegun pada satu hal tentang siapakah pemilikku
dan dimana dia tersembunyi dari pencarianku yang tak kunjung usai, terkadang
aku bagai padang gurun yang tandus, kering dan tak berpenghuni yang membuat ku
dahaga akan pengisi hati yang gersang akan air-air cinta, hari-hariku hanya
sepih, resah dalam kerinduan baying-bayang kasih.
Lelah dalam
penantian seakan terputus dari disebuah harapan yang begitu lama dipendam dalam
kegundaan hati yang mulai lusuh oleh usia. Diri ini bagai dermaga tua yang
sesekali disinggahi dan kemudian pegi, menghilang tanpa kembali, yang tinggal
hanyalah goresan benturan persinggahan di tepi dermaga hati yang terluka. Cinta
bagai antara ada dan tiada seperti bayangan semu yang memberi kebimbangan, yang
memberi ke kalutan tanpa ada kepastian. Telah banyak rantau yang kusinggahi
disitu pula aku terdampar dalam kegagalan cinta, ntah apa yang salah dengan
diri ini, selalu jadi sepah yang terbuang oleh pemain hati.
Usiah yang
makin hari makin senja dalam ruang tunggu yang mulai usang, kegelisaan dan kegundahan
menjadi renungan siang dan malam hingga menjadi mimpih dalam tidur yang tak
sempurna, menjadi beban hati kepada seribu tanda tanya. Ntah siapa dan dimana
pemilik hati ini yang penuh dengan rasa pengharapan kepada pemuja hati.
Siapakah Engkau
muara kasih, moga lelah ku menunggu menjadi bahagiamu suatu hari nanti dalam
pertemuan yang tak disadari………………

No comments:
Post a Comment