Wednesday, June 29, 2016
THR Yang Hilang
Tak terasa beberapa hari lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan kemudian di sambut dengan lebaran.saat saat seperti ini aku merasa senang dan semua orang pun menunggu akan hari ini yang mana akan ada THR dari setiap tempat dimana kita bekerja atau juga dari orang lain sebagai hadia lebaran namun yang paling diharapkan adalah dari tempat dimana kita bekerja karna suda ditetapkan di dalam aturan pemerintah sebagai dari bagian gaji ke tiga belas.
hal inilah yang membuat aku senang dan juga orang orang pun mungkin merasakan hal yang sama denganku. ini merupakan uang tambahan diluar gaji sehingga aku berharap dan berpikir akan mendapatkan gaji menjadi double atau dua kali lipat dari bulan biasanya. banyak hal yang terbayang oleh ku,sumuanya telah aku rencanakan dengan uang itu nantik. setidaknya aku bisa membawa oleh oleh untuk mak ayah ku,ponakan kakak dan saudara saudaraku dikampung ketika mudik pulang lebaran yang sudah menjadi tradisi disaat mejelang lebaran serta untuk membarar hutang. semua orang yang bekerja pasti berpikir sama dengan ku sama sama mengharapkan THR dan rasa ini menjadi morivasi dan semangat untuk bekerja.
Namun siapa sangka hal yang tak aku bayangkan sebelumnya yang tak aku duga terjadi padaku. ntah malang yang menimpaku ntah nasibku seperti ini, ataukah mujur yang tak bisa aku raih. sebelum memasuki hari H bulan puasa pas pulang pagi aku bekerja shift malam pada saat itu. Aku mendapat surat panggilan dari kantor dimana tempatku bekerja. dengan rasa was was aku memasuki kantor dan naik kelantai dua ruangan pimpinan dan para atasan berkumpul. di situ aku disuruh duduk dan diberikan selembar kertas yang tertulis bahwa Kontrak kerja ku telah habis dan tidak ada perpanjangan kontrak dengan alasan perusahaan telah tutup buku atau pemutusan kerja sama dengan perusahaan yang terkait dibidang itu dan bla bla bla...
sunggu jauh dlam hati ku, aku merasa sedih dan kecewa serta kesal kenapa ini terjadi padaku,meratapi nasib dan angan angan ku yang tk sampai beharap lebih malah tak dapat apa apa sama sekali. mungkin ini lah nasib tinggal dinegaraku sebagai pekerja Outsourcing. kemudian aku masih caba sedikit berharap saat itu dan aku pikir dalam hati mungkin aku telah diputus kontrak tapi setidaknya aku pasti dapat uang pesangon atau uang tolak, dan aku sedikit legah saat itu. kemudian aku tanyakan hak ku pada mereka dan mereka mengatakan akan diberikan beberapa hari kemudian. aku berharap sekali aku mendapakannya setimpal dengan aku kerja dan mengabdi ke perusahaan selama dua tahun. dengan sedikit legah dan penuh harap aku pulang...
beberapa hari kemudian aku dapat panggilan lagi kekantor untuk mendapatkan hak ku sebagai pengabdian ku pada perusahaan,kemudian aku dipersilakan duduk sambil menunggu kawan kawan yang lain yang bernasib sama juga dengan ku setelah itu kami diberikan surat dan aku pun membacanya, namun apa daya, suda nasib yang tak berpihak dan harapan yang jauh dari badan, di kertas itu tertulis sebagai pengabdian ku dan kawan kawan selama dua tahun bekerja mendapat uang pesangon atau uang tolah masing masing hanya 200 ribu rupiah. sunggu keji rasanya perusahaan seperti ini kepada ku dan kawan kawan.aku kecewa, aku sedih dan pengen marah, aku merasa aku telah di zalimi hak yang ku dapatkan tak setimpal dengan kerja dan loyalitas ku. THR yang aku harapkan hilang begitu aja, aku dan kawan kawan coba merevieuw ulang tapi tak ada tanggapan dari mereka.
aku pikir mereka tak adil, ingin rasanya aku mengadu tapi harus mengadu pada siapa trus siapa yang akan mendengarkan.....
andai saja negara ini menjalankan hukum dan undang undang dengan benar pastilah rakyat tak akan terzolimi hak haknya serta menderita. dan kamipun pasti akan mendapatkan hak keringat kami. kini apa yang bisa aku perbuat THR yang aku harapkan telah hilang...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment